Jul 17 , 2019
Tanggal 3-4 Juli lalu, saya menghadiri ARCHIDEX (Pameran Arsitektur, Desain Interior, & Bangunan Internasional ke-20) di Kuala Lumpur. Pameran ini merupakan titik pertemuan bagi para pelaku arsitektur, desain interior, dan komunitas bangunan di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara. Dengan merayakan tonggak sejarahnya yang ke-20 di tahun 2019, ARCHIDEX telah memantapkan dirinya sebagai ajang bisnis arsitektur terkemuka di kawasan ini, tempat para pelaku industri berkumpul dan terus mengikuti perkembangan produk, tren, dan inovasi terbaru yang dihadirkan oleh lebih dari 600 perusahaan dari seluruh dunia. Dan saya yakin, jika kita ingin memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, menghadiri acara-acara seperti ini sangatlah penting. Salah satu sorotan pameran tahun ini adalah forum "Realitas Iklim: Merancang untuk Perubahan Iklim dan Pertanian - Menggabungkan Pertanian Perkotaan dengan Desain Arsitektur Modern". "Darurat iklim adalah tantangan terbesar yang dihadapi planet kita dan profesi kita," kata presiden RIBA Ben Derbyshire. "Namun, untuk mencapai dampak yang signifikan, kita perlu melakukan lebih dari sekadar pernyataan simbolis – kita perlu mengubah kata-kata manis menjadi tindakan yang berdampak." Saya sepenuhnya setuju dengan Tuan Derbyshire dan sangat penting bagi saya untuk mempelajari lebih lanjut tentang tindakan yang dapat kita ambil di bidang bahan bangunan dan arsitektur untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. Laporan terkini dari lembaga pemikir Chatham House mengungkapkan bahwa delapan persen emisi karbon dunia berasal dari bahan utama beton, semen. Firma arsitektur pemenang Penghargaan Stirling termasuk Zaha Hadid Architects, David Chipperfield Architects, dan Foster + Partners telah mengumumkan keadaan darurat iklim dan keanekaragaman hayati. Desain berkelanjutan berfokus pada peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya — energi, air, dan material — sekaligus mengurangi dampak bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan di sepanjang siklus hidupnya. Merancang dan membangun bangunan yang ramah lingkungan membutuhkan pemikiran dan perencanaan yang matang sejak awal proyek. Namun, manfaat dari membangun ramah lingkungan jauh lebih besar daripada waktu dan sumber daya yang dihabiskan. Berbekal pengetahuan tentang apa yang membuat batu berkelanjutan, Anda dapat membuat pilihan terbaik untuk memilih, memasang, dan merawat batu alam. Memilih batu alam menunjukkan bahwa Anda bertanggung jawab untuk merawat Bumi dengan secara aktif berupaya melestarikan, memulihkan, atau memperbaiki lingkungan alam. Dan berikut adalah Lima Alasan Utama Mengapa Batu Alam adalah Pilihan Berkelanjutan untuk Rumah Anda: 1. Batu adalah bahan alami. Batu adalah produk alami Bumi, material bangunan hijau asli. Batu tidak memerlukan material atau sumber daya lain untuk membuatnya. Batu tersedia berlimpah dengan beragam urat, tekstur, warna, bentuk, dan karakteristik teknis yang memungkinkan batu digunakan dalam berbagai aplikasi. Penampilan batu ya...
Read More